Sabtu, 17 September 2016

sejarah lawang sewu

Sabtu,17 Septmber 2016

Sejarah Lawang Sewu

Sejarah dan Asal mula Gedung Lawang Sewu ( Pintu Seribu ) Semarang


Sejarah Gedung Pintu Seribu (Lawang Sewu) Semarang

Lawang Sewu atau dalam bahasa Indonesia Pintu Seribu adalah Gedung megah yang dibangun di Era penjajahan Belanda.Yang sekarang ini menjadi salah satu Obyek Wisata kota Semarang. Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Sejarah Gedung Pintu Seribu (Lawang Sewu) Semarang

Sejarah Lawang Sewu

Sejarah gedung ini tak lepas dari sejarah perkeretaapian di indonesia karena dibangun sebagai Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) yaitu kantor pusat NIS, perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia menghubungkan Semarang dengan “Vorstenlanden” (Surakarta dan Yogyakarta) dengan jalur pertamanya Jalur Semarang Temanggung 1867. 

Awalnya administrasi NIS diselenggarakan di Stasiun Semarang NIS. Pertumbuhan jaringan yang pesat diikuti bertambahnya kebutuhan ruang kerja sehingga diputuskan membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh pada lahan di pinggir kota dekat kediaman Residen Hindia Belanda, di ujung selatan Bodjongweg Semarang. Direksi NOS menyerahkan perencanaan gedung ini kepada Prof Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag, arsitek dariAmsterdam Belanda

Pelaksanaan pambangunan dimulai 27 Februari 1904 dan selesai 1907. Kondisi tanah di jalan harus mengalami perbaikan terlebih dahulu dengan penggalian sedalam 4 meter dan diganti dengan lapisan vulkanis. Bangunan pertama yang dikerjakan adalah rumah penjaga dan bangunan percetakan, dilanjutkan dengan bangunan utama. Setelah dipergunakan beberapa tahun, perluasan kantor dilaksanakan dengan membuat bangunan tambahan pada tahun 1916 – 1918.

Sejarah Gedung Pintu Seribu (Lawang Sewu) Semarang
Sejarah Gedung Pintu Seribu (Lawang Sewu) Semarang

Pada tahun 1873 rel kereta api pertama di Hindia Belanda selesai dibangun. Jalan itu dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg maatschappij (NIS), suatu perusahaan swasta yang mendapat konsesi dari pemerintah kolonial untuk menghubungkan daerah pertanian yang subur di Jawa Tengah dengan kota pelabuhan Semarang (Durrant, 1972). Stasiun di Semarang yang berada di tambaksari tidak jauh dari pelabuhan. 

Pada peralihan abad ke-20 NIS membangun stasiun stasiun baru yang besar. Pada tahun 1914 stasiun Tambaksari digantikan oleh Stasiun Tawang. Sebelumnya pada tahun 1908 selesai dibangun pula kantor pusat NIS yang baru, bangunan itu berada di ujung jalan Bodjong, di Wilhelmina Plein berseberangan dengan kediaman gubernur. 

Kantor pusat NIS yang baru itu adalah bangunan besar 2 lantai berbentuk “L” yang dirancang oleh J.F Klinkhamer dan Ouendag dalam gaya Renaissance Revival (Sudrajat,1991). Menurut Sudrajat pembangunan kantor pusat NIS di Semarang adalah tipikal 2 dasawarsa awal abad 20 ketika diperkenalkan politik etis, ketika itu “… Muncul kebutuhan yang cukup besar untuk mendirikan bangunan bangunan publik dan perumahan, akibat perluasan daerah jajahan, desentralisasi administrasi kolonial dan pertumbuhan usaha swasta”.

Sejarah Gedung Pintu Seribu (Lawang Sewu) Semarang
Sejarah Gedung Pintu Seribu (Lawang Sewu) Semarang

Penduduk Semarang memberinya nama “Lawang Sewu” (pintu seribu), mengacu pada pintu pintunya yang sangat banyak, yan gmerupakan usaha para arsiteknya untuk membangun gedung kantor modern yang sesuai dengan iklim tropis Semarang. Semua bahan bangunan didatangkan dari Eropa kecuali batu bata, batu alam dan kayu jati. 

Pada saat yang bersamaan Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) berusaha mengambil alih kereta api, pertempuran pecah antara pemuda dan tentara Jepang, belasan pemuda terbunuh di gedung ini, 5 diantara mereka dimakamkan di halaman (tetapi pada tahun 1975 jenazah mereka dipindah ke Taman Makam Pahlawan). Di depan Lawang Sewu berdiri monumen untuk memperingati mereka yang gugur di Pertempuran Lima Hari. 

Sesaat setelah kemerdekaan Lawang Sewu digunakan Kantor Perusahaan Kereta Api, kemudian militer mengambil alih gedung ini, tetapi sekarang telah kembali ke tangan PT KAI.

Berapakan sebenarnya jumlah pintu dari Lawang Sewu?

Seperti Kepulauan Seribu yang jumlah pulau yang sebenarnya tak sampai 1.000, karena tercatat hanya 342 buah pulau saja. Sebutan “Sewu” [Jawa: Seribu], merupakan penggambaran sedemikian banyaknya jumlah pintunya. Menurut guide lawang sewu, jumlah lubang pintunya terhitung sebanyak 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun [dengan engsel], ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).

Artikel : Sejarah Gedung Pintu Seribu (Lawang Sewu) Semarang
Sumber : seputarsemarang.com


Sumber : http://satupedang.blogspot.com/2015/02/sejarah-gedung-lawang-sewu.html#ixzz48gCYJzPH

AIR TIGA RASA BY: CAK ALBA

HAIDAR HALIM ALBANTANI 17 SEPTEMBER 2016 15:30

Air Tiga Rasa di Gunung Muria konon memiliki tiga khasiat

Salah satu peninggalan di masa Sunan Muria adalah tiga sumber mata air yang mempunyai rasa berbeda.
 Pemandangan yang menarik memang menjadi salah satu daya tarik para wisatawan berkunjung ke tempat wisata Gunung Muria. Tak hanya itu, keberadaan Sunan Muria sebagai penyebar Islam di daerah tersebut telah menjadikan daerah yang terletak di perbatasan Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati itu mempunyai banyak kisah dan peninggalan. 

Salah satu peninggalan di masa Sunan Muria adalah tiga sumber mata air yang mempunyai rasa berbeda. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Air Tiga Rasa.

Air Tiga Rasa terletak di dekat makam Syaikh Syadzali. Ia merupakan murid dari Sunan Muria yang berasal dari Baghdad. Ketika Syaikh Syadzali menghadap Sunan Muria untuk berguru, ia dianjurkan untuk pergi ke sebelah utara, tepatnya di daerah Rejenu, Dawe, Kudus. 

Belakangan diketahui bahwa Syaikh Syadzali mempunyai banyak ilmu dan karomah hingga semakin banyak santri yang ingin berguru kepadanya. Salah satu karomah dari Syaikh Syadzali adalah Air Tiga Rasa yang letaknya tak jauh dari makam Syaikh Syadzali.

Menurut Budi Mulyanto (35), salah satu pengunjung Air Tiga Rasa di Rejenu Kudus, Jumat (24/7) kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat, air tersebut mempunyai khasiat yang berbeda. 

Air pertama berkhasiat menjadi obat penyakit, air kedua berkhasiat menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi permasalahan hidup, dan air ketiga dipercaya berkhasiat dalam bidang rezeki.

"Memang rasanya berbeda-beda, ada rasa masamnya seperti minuman bersoda, tapi satu sama lain mempunyai tingkat kepekatan yang berbeda," kata Budi kepada brilio.net. Konon, ketika tiga air tersebut dicampurkan akan menghasilkan air tawar.

Sementara itu, Pitono (38), salah satu pengunjung lainnya yang datang dari Jepara mengatakan bahwa sejatinya air tiga rasa ini melatih kepekaan perasaan dari peminumnya. Rasa kehidupan yang dialami manusia berbeda-beda, ada rasa dendam, baik, dan lain sebagainya.

"Kalau yang ragu-ragu ya pasti rasanya sama. Tapi kalau mantap apalagi sudah dilatih, maka akan merasakan perbedaan dari ketiga mata air tersebut," terang Pitono yang sudah sering mendatangi makam Syaikh Syadzali ini.

Menurutnya, perbedaan dari ketiga air tersebut hanya bisa dirasakan sehingga tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Begitu juga dengan khasiat atau barokah dari air itu sendiri yang menjadi rahasia dari Allah SWT.

Untuk menuju ke Air Tiga Rasa ini, aksesnya memang masih cukup jauh dan sulit. Letaknya sekitar 3 km dari taman parkir wisata Sunan Muria. Akses ke lokasi hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor. 

Kamu yang tak ingin jalan kaki bisa memanfaatkan jasa ojek yang ada di area parkir makam Sunan Muria. Jalan berkelok dan menanjak akan ditemui sepanjang perjalanan. Pemandangan yang indah dan udara yang dingin akan menambah sensasi yang berbeda.

SEJARAH SMK MAFA BY: CAK ALBA

HAIDAR HALIM 17 SEPTEMBER 2016 15:45


Add caption

Sejarah Singkat Mambaul Falah

Mambaul Falah adalah ponpes yang memiliki 4 pendidikan diantaranya seperti
v   THORIQOH
v  PONPES Putra Maupun Putri
v  SMK
v  MTs
SMK MAMBAUL FALAH mempunyai arti yaitu “ sumber kebahagiaan “. Maksudnya sumber kebahagiaan adalah bahagia dalam dunia maupun di akhirat, Mambaul falah merupakan suatu lembaga pendidikan yang mengelola pengajian sepuh  yaitu
“ THARIQAH AL-QODIRIYYAH WANNAQSYABANDIYYAH” pengajian itu di mulai dirintis dan di laksanakan pada sekitar tahun 1972,yang awalnya dilaksanakan di masjid umum. pada tahun 1990 pondok pesantren mambaul falah ini resmi di akui badan hukum, dengan nomor notaris 181 tahun 1990 sekaligus terbentuknya yayasan mambaul falah yang di ketuai mbh yai Shiddiq sendiri. Berkembang dengan kemajuan zaman akhirnya pengurus memutuskan untuk mendirikan sekolah formal setingkat SLTP.
Kemudian pada bulan juli tahun 2000 resmi berdiri MTs mambaul falah dengan izin dari depag propinsi jawa tengah.  Pengurus yayasan dan team  ahli, resmi mendirikan sekolah formal setingkat SLTA, yaitu SMK MAMBAUL FALAH yang berkonsentrasi ke teknik komputer dan jaringan, dan di samping itu materi produksi yang menjadi ciri khusus keahlian komputer, SMK Mafa juga tidak kalah dengan sekolah lain,
SMK MAMBAUL FALAH mempunyai  2 materi yang di ajarkan yaitu:
Materi umum & materi agama.
SMK mafa ini umumnya berbasis pesantren dan mengajar ilmu” agama,.
Murid-murid di SMK mafa ini rata” menjadi  orang yang artinya menjadi orang yang sukses dalam mempelajari ilmu agama,  para alumni di sini menjadi orang yang berguna ,
Selain itu SMK MAMBAUL FALAH ini mempunyai banyak extra di antara lainnya adalah:
v  Di bidang olah raga :
  • sepak bola
  • volli
  • Bulu Tangkis
  • futsal

v  Di bidang komputer :
  • Design grafis
  • Design animasi
  • Web design
  • Animasi

v  Di bidang kepramukaan:
  • SAKA Bhayangkara
  • Bantara
  • Ambalan
  • SAKA Taruna Bumi
  • UPP

Pelajaran agama yang di ajarkan pada anak-anak SMK mafa adalah:
  • KK ( Kajian Kitab )
  • Musyafahah
  • PAI
  • Tafsir
  • Tasawuf
  • FIQIH

Sejak tahun  2000 yayasan mambaul falah mempunyai lembaga pendidikan formal . dengan harapan selain para santri mampu menguasai ilmu agama, ( tauhid, fiqih, nahwu, shorof, pegon, sorogan.) dan ilmu umum sehingga santri mempunyai  skil dan mampu menyongsong masa depan yang gemilang  yakni kehidupan yang sakinah mawadah warahmah.
Semoga semua anak-anak SMK maupun MTs Mafa & para santri  putra maupun  santri putri, bisa menjadi penerus bangsa,  bermafaat bagi semua orang, dan menjadi anak yang sholih, sholihah AMINNN………………………..

SEJARAH YAYASAN P.O.N.P.E.S MANBAUL FALAH K.H SHIDIQ
Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Falah merupakan pondok yang didirikan oleh Syekh KH. Shiddiq As-Sholihi. Manba’ul falah terletak di sebuah pedesaan jarak kota kudus 10 kilometer dari pusat kota. Manba’ul falah telah menawarkan dalamberbagai bidang dan konsentrasi kehidupan, hal ini dapat dilihat dari karasteristik pembelajaran dalam pendidikan meliputi :
  1. Pondok Thoriqoh (Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah)
Pondok Thoriqoh (Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah)ini, di maksud untuk memberikan pengetahuan dan tatacara peribadatan yang sesuai dengan aturan dalam rangka mewujudkan ibadah yang sempurna lahir dan batin, hal ini di maksudkan untuk mengedepankan nilai-nilai akhlakul karimah, sedangkan amaliayah pembelajaran dalam pengajian thoriqoh meliputi pengajian kitab, istighosah, tahlilan, khataman rowatibdan lainya.
  1. Pondok Pesantren Putra-Putri dan Diniyyah
Pesantren putra putri/Diniyyah Manba’ul Falah mengedepankan tentang pendidikan dengan model klasik dengan mata pelajaran meliputinahwu, shorof, fiqih, tauhid, tahfidul Quran) dan kolaborasi pembelajaran meliputi (Conversation, Muhadatsah dan komputer) dengan waktu pembelajaran di malam hari.
  1. MTs Manba’ul Falah
MTs Mamba’ul Falah sudah berjalan sampai sekarang dengan berbagai macam prestasi dan pembelajaran yang terjamin. MTs Mamba’ul Falah ini, menggunakan 3 kurikulum yakni : Kurikulum Departemen Agama, Kurikulu Pendidikan Nasional dan Kurikulum Pesantren. Pembelajaran yang dilakukan mengadopsi dua metode yakni pembelajaran medern dan klasik (sorogan, bandongan halaqohan dan lainya).
Untuk lebih lanjut silahkan baca
  1. SMK Manba’ul Falah
Sekolah menegah kejuruan manba’ul falah telah berdiri tahun 2007, yang di maksudkan untuk mendukung progam pemerintah sekaligus menjawab tantangan serta kebutuhan masyarakat yang sedang membutuhkan generasi yang ahli dalam bidang teknologi. SMK Mamba’ul Falah dalam mengaplikasikan pendidikan dengan menggunakan dua kurikulum, yakni kurikulum pendidikan nasional dan pesantren(Muatan lokal) , sehinggan pendidikan Teknologi berbasis pesantren.